Batik Madura

Batik batik batik,,

Motif Tanjung Bumi
Motif Tanjung Bumi (01)
Tanjung Bumi (02)

Motif Tanjung Bumi  (02)

Batik ini adalah BATIK TULIS,,,asli dari pulau madura,,

Batik Madura merupakan salah satu motif batik yang semakin memperkaya khasanah budaya Indonesia. Batik ini memiliki motif dan corak yang khas, didominasi dengan warna-warna alam dan tanah,serta ayam jago. Motif ini beda dari motif batik yang ada di Pulau Jawa, meskipun pulau Madura merupakan wilayah propinsi Jawa Timur.

kalo ada yang berminat sama ne batik bisa hubungi di

email : ( itok_zim@yahoo.com )

masalah harga bisa dibandingin ma penjual ne batik dimanapun,,pasti anda dapat murah dari saya,,bleh dibuktikan,,

untuk motif- motif yang saya sediakan seperti ini,,,,:

Motif yang terkenal di madura adalah motif  TOBIRU – TANJUNG BUMI ,

Untuk motif tanjung bumi yang disediakan dibisa dilihat pada gambar

Untuk motik kedua adalah jenis MOTIF PAMEKASAN .

untuk motif ini harga yang ditawarkan lebih murah dari MOTIF TOBIRU – TANJUNG BUMI tentunya

Tentang Persediaan Barang

Definisi dan Fungsi Persediaan Persediaan adalah sumber daya menganggur (idle resources) yang mengunggu proses lebih lanjut. Yang dimaksud dengan proses lebih lanjut tersebut adalah berupa kegiatan produksi pada sistem manufaktur, kegiatan pemasaran pada system distribusi ataupun kegiatan konsumsi pangan pada sistem rumah tangga. (Dikutip dari : perencanaan pengendalian dan produksi Timbulnya persediaan dalam suatu sistem, sistem manufaktur maupun non manufaktur adalah akibat dari 3(tiga) kondisi sebagai berikut:

1. Mekanisme pemenuhan atas permintaan (transaction motive). Permintaan akan suatu barang tidak akan dapat dipenuhi dengan segera bila barang tersebut tidak tersedia sebelumnya, karena untuk mengadakan barang tersebut diperlukan waktu untuk pembuatannya maupun pengadaannya. Hali ini berarti bahwa adanya persediaan merupakan hal yang sulit dihindarkan.

2. Adanya keinginan untuk meredam ketidakpastian (precautionary motive). Ketidakpastian yang dimaksud adalah:

a. Adanya permintaan yang bervariasi dan tidak pasti jumlah maupun waktu kedatangan

b. Waktu tunggu (lead time) yang cenderung tidak pasti karena berbagai faktor yang tak dapat dikendalikan sepenuhnya.

c. Keidakpastian ini akan diredam oleh jenis persediaan yang disebut persediaan pengaman (safety stock). Persediaan pengaman ini diguanakan jika permintaan melebihi peramalan produksi lebih rendah dari rencana atau waktu ancang- ancang(lead time) lebih panjang dari perkiraan semula.

3. Keinginan melakukan spekulasi (speculative motive) yan bertujuan mendapatkan keuntungan besar dari kenaikan harga barang di masa mendatang.

Masalah Umum Persediaan Dua masalah umum yang dihadapi suatu system didalam mengelola persediaan adalah sebagai berikut :

1. Masalah kuantitafif, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan penentuan kebijaksanaan persediaan adalah :

a. Berapa banyak jumlah barang yang dipesan.

b. Kapan pemesanan barang dilakukan.

c. Berapa jumlah persedian pengamannya.

d. Metode pegendalian persediaan mana yang paing tepat.

2. Masalah kualitatif, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan system pengoperasian persediaan yang akan menjamin kelancaran pengelolaan system persediaan seperti ;

a. Jenis barang apa yang dimiliki.

b. Dimana barang tersebut berada.

c. Siapa saja yang menjadi pemasok.

Masalah utama persediaan bahan baku adalah menentukan berapa jumlah pemesanan yang ekonomis, dimana jumlah bahan baku dan kapan bahan baku dipesan dapat meminimasi ordering cost dan holding cost. Tujuan dari system pengendalian persediaan adalah mencari jawaban optimal baik terhadap maslah-masalah kuantitatif maupun masalah-masalah kualitatif yang timbul pada suatu sistem persediaan sehinga persediaan barang yang ada dapat berfungsi seperti yang diharapkan. Biaya-Biaya Dalam Sistem Persediaan Secara umum dapat dikatakan bahwa biaya sistem persediaan adalah semua pengeluaran dan kerugian adanya persediaan. Biaya sistem persediaan terdiri dari biaya pembelian, biaya pemesanan, biaya simpan dan biaya kekurangan persediaan, berikutadalah masing-masing komponen tersebut.

1. Biaya pembelian (purchasing cost) Biaya pembelian adalah biaya yang dikeluarkan untk membeli barang. Besarnya biaya pembelian ini tergantung pada jumlah barang yang dibeli dan harga satuan barang.

2. Biaya pemesanan (ordering cost) Biaya pemesanan adalah semua pengeluaran yang timbul untuk mendatangkan barang dari luar. Biaya ini meliputi biaya untuk menentukan pemasok (supplier), pengetikan pesanan, pengiriman pesanan, biaya pengangkutan, biaya peneriamaan. Biaya ini diasumsikan konstab untuk setiap kali pesan.

3. Biaya penyimpanan (holding cost) Biaya simpan adalah semua pengeluaran yang timbul akibat menyimpan barang, biaya itu meliputi:

a. Biaya memiliki persediaan (biaya modal) Penumpukan barang di gudang berarti penumpukan modal, dimana modal perusahaan mempunyai ongkos (expense) yang dapat diukur dengan suku bunga bank. Oleh karena itu, biaya yang ditimbulkan karena memiliki persediaan harus diperhitungkan dalam biaya sistem persediaan. Biaya memiliki persediaan diukur sebagai presemtase nlai persediaan untuk periode waktu tertentu.

b. Biaya Kerusakan dan Penyusutan Barang yang disimpan dapat mengalami kerusaan dan penyusutan karena beratnya berkurang maupun jumlahnya berkurang karena hilang. Biaya kerusakan dan penyusutan biasa diukur dari pengalaman sesuai presentasenya.

c. Biaya Asuransi. Barang yang disimpan diasuransikan untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diingnkan. Biaya asuransi tergantung jenis barang yang diasuransikan dan perjanjian dengan perusahaan asuransi.

4. Biaya kekurangan persediaan (shortage cost) Bila perusahan kebhabisan barang pada saat ada permintaan, maka akan terjadi keadaan kekurangan persediaan. Keadaan ini akan menimbulkan kerugian karena proses produksi akan terganggudan kehilangan kesematan mendapatkan keuntungan atau kehilangan konsumen karena kecewa. Biaya kekurangan persediaan dapat diukur dari:

a. Kuantitas yang tidak dapat dipenuhi Biasanya diukur darikeuntungan yang hilang karena tidak dapat memenuhi permintaan atau dari kerugian akibat terhentinya proses produksi dengan satuan misalnya Rp/unit.

b. Waktu pemenuhan Lamanya laangan penumpukan yang kosong berarti lamanya proses produksi terhenti atau lamanya perusahaan tidak mendapatkan keuntungan, sehingga waktu menganggur tersebut dapat diartikan sebagai uang yang hilang. Biaya waktu pemenuhan diukur berdasarkan waktu yang diperlukan untuk memenuhi lapangan penumpukan dengan satuan misalnya Rp/satuan waktu.

c. Biaya pengadaan darurat. Supaya konsumen tidak kecewa maka dapat dilakukan pengadaan darurat yan biasanya menimbulkan biaya yang lebih besar dari pengadaan normal, ini dapat dijadikan ukuran untuk menentukan biaya kekuranga persediaan denga satuan misalnya Rp/setiap kali kekurangan.

Tentang Cabotage yang Lama Terwujud, susah kah?

Melihat begitu besarnya aset kemaritiman yang dimiliki Indonesia, tidak dipungkiri lagi jika dunia
maritim Indonesia merupakan ladang usaha yang potensial untuk dikembangkan. Itulah sebabnya
pada tahun 2011 pemerintah memberikan prioritas bagi perusahaan lokal untuk mengembangkannya.
Penguasaan atas kekayaan wilayah laut merupakan hak bagi setiap negara untuk mengelolanya. Seluruh
isi dan luas dalam batas laut telah ditentukan secara baku oleh dunia sebagai kekayaan alam
mutlak dimiliki oleh negara yang bersangkutan. Sesuai konvensi kedua PBB tentang hukum laut
tahun 1982, lahir pengakuan tentang konsep Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) terhadap negara-negara
berbentuk kepulauan seperti Indonesia. Konsep tersebut menyebutkan Indonesia mempunyai hak
berdaulat atas pemanfaatan laut sebesar 3,1 juta kilometer persegi dan ditambah dengan luas ZEE 2,7
juta kilometer persegi.Menilik pada sejarah yang terjadi, memperjuangkan
jumlah wilayah laut untuk diakui sebagai bagian wilayah negara bukanlah tugas yang mudah. Sejak
kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia hanya memperoleh penguasaan hak laut sebanyak 3 mil
dari pantai. Seiring perjalanan pertumbuhan bangsa, tanggal 13 Desember 1957, pemerintah melalui
deklarasi Perdana Menteri Ir. Djuanda mengklaim
perairan antar pulau di Indonesia sebagai bagian wilayah nasional. Deklarasi yang kemudian dikenal
sebagai Deklarasi Djuanda adalah pernyataan jati diri sebagai negara kepulauan, di mana laut menjadi
penghubung antar pulau, bukan pemisah.Memperjuangkan hak penguasaan laut adalah
bagian penting bagi Indonesia. Selain alasan karakter negara yang berbentuk kepulauan, laut
menyimpan banyak kekayaan yang bisa digunakan sebagai aset pembangunan perekonomian bagi
masyarakat. Berbagai kebijakan, undang-undang, dan peraturan dibuat sedemikian rupa dengan tujuan
mengoptimalkan kelautan bagi kemajuan tanah air.

Revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun
1992
Setelah melalui proses panjang, 8 April silam, Undang-Undang Pelayaran secara aklamasi disetujui
anggota parlemen. Undang-Undang terbaru Nomor 17 Tahun 2008 akhirnya disahkan menggantikan
posisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran agar mampu mengikuti
perkembangan dunia pelayaran di era globalisasi.  Undang-Undang terbaru tersebut memuat lebih
lengkap regulasi bidang Pelayaran baik secara umum maupun khusus. Sedikitnya, ada 22 bab
dan 355 pasal penyempuraan Undang-Undang lama Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran.
Dipastikan semua Undang-Undang yang dirombak tujuannya mendorong perkembangan
dunia pelayaran dalam negeri. “Undang-Undang Pelayaran sama sekali tidak akan mengancam
dan mematikan sektor usaha jasa pelabuhan, justru mendorong pelabuhan menjadi lebih besar,”
Dampak pemberlakuan Undang-Undang terbaru Pelayaran juga dipercaya
berbagai pihak dapat menciptakan suasana bisnis pelabuhan yang sehat.
Selama ini, pengelolaan pelabuhan yang diemban PT. Pelindo sering
dianggap sebagai tindakan monopoli. Dengan Undang-Undang ini, fungsi
regulator kembali ke tangan pemerintah, sementara PT. Pelindo tetap sebagai operator.

Asas Cabotage
Merujuk pada kesepahaman dunia tentang penguasaan hak atas kekayaan
laut oleh negara bersangkutan, kini pemerintah melalui Departemen
Perhubungan semakin serius meningkatkan kemampuan pelayaran
armada nasional. Hal ini tidak hanya diperkuat dalam Undang-Undang
Pelayaran terbaru namun juga tertulis jelas dalam Inpres Nomor 5 Tahun
2005 tentang Pemberdayaan Industri
Pelayaran Nasional.. Cabotage merupakan sebuah sistem yang mengutamakan perkembangan
perusahaan pelayaran nasional. Negara yang sukses mengembangkan
sektor pelayaran karena sistem ini, yaitu Amerika, Jepang, dan Belanda.
Cabotage dapat berjalan optimum di Indonesia terbukti dengan adanya
kesanggupan armada nasional menangani permintaan layanan. “Pada
1 Januari 2008, armada nasional sudah mengangkut komoditas, seperti CPO,
sayuran, bahan galian selain batubara, dan ikan segar. Ini membuktikan
kita akan mampu memenuhi jadwal penerapan asas Cabotage,
Cabotage yang baru berjalan sejak 2005 silam, hingga kini dipastikan
terus meningkatkan kekuatan armada nasional. Tren pengembangan
perusahaan penyedia armada laut akan terjadi karena besarnya minat pasar.
Prioritas yang diberikan merupakan gambaran tentang besarnya peluang
perusahaan mengembangkan potensi yang dimiliki dunia kemaritiman
Indonesia.

Menentukan Keberadaan Titik Pusat Ekonomi di Daerah Asal dan Range Dari Pusat Ekonomi

Kota Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Tentu saja banyak aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat kota yang Surabaya yang terkenal akan dunia perdagangan, industri, pendididkan dan bisnis ini. Dengan kawasan Surabaya yang begitu luas, maka dapat kita ambil sebagai contoh yaitu titik pusat ekonomi diambil dari pusat perbelanjaan yang modern Darmo Trade Center (DTC) yang digabung dengan pasar tradisional Wonokromo yang merupakan pusat kegiatan ekonomi yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari daerah perkotaan hingga daerah pinggiran kota. Hal ini dimungkinkan karena letak dari pasar tersebut relative dekat dengan pusat fasilitas yang lain misalnya Stasiun Wonokromo dan juga fasilitas umum seperti terminal Joyoboyo, dan Bank BRI yang notabene banyak dikunjungi oleh masyarakat Surabaya.

Banyak produk-produk yang dijual dipasar tersebut umumnya barang-barang konsumsi rumah tangga dan perlengkapan rumah tangga yang sering dibutuhkan oleh masyarakat. Keadaan masyarakat kota Surabaya yang sudah modern menjadikan pusat perbelanjaan DTC dan pasar Wonokromo ini menjadi lebih ramai apabila dibandingkan dengan jenis pasar lainnya. Aktifitas yang terjadi ditempat ini berlangsung kurang lebih lima belas jam tiap harinya. Sehingga perpaduan antara pasar tradisional dan DTC ini sangat sesuai bila dijadikan pusat aktifitas ekonomi di kota Surabaya.

Supaya kegiatan di tempat tersebut dapat berlangsung dengan lancar dan tertata lebih efisien, maka diharapkan terdapat pasar yang memiliki letak yang strategis sehingga dapat menopang perekonomian kota karena arus aktifitas ekonomi yang berjalan sangat cepat dan dinamis. Dengan adanya akses yang mudah, maka masyarakat yang berasal dari tempat yang jaraknya lumayan jauh bisa menjangkau pasar tersebut, karena distribusi pendapatan di kota Surabaya sangat bervariasi.

Apabila menjelang hari Lebaran yang sebelumnya diawali dengan bulan puasa, maka akan terjadi lonjakan yang besar terhadap permintaan suatu barang. Masyarakatpun berubah pola permintaan terhadap suatu barang menjadi lebih konsumtif, karena berhubungan dengan hari raya umat Islam tersebut. Pada saat-saat tersebut jumlah pengunjung mengalami kenaikan yang sangat signifikan sehingga harus dibuat suatu system dimana dapat memenuhi permintaan pengunjung. Pengunjung yang datang, umumnya berasal dari daerah yang jaraknya agak jauh dari kegiatan ekonomi pusat kota Surabaya . Maka, diharapkan penataan akses menuju pasar yang teratur dan lebih efisien agar pengunjung yang datang ke tempat tersebut memperoleh kepuasan yang maksimal dalam berbelanja.

Peranan pemerintah daerah kota Surabaya diharapkan untuk menata ulang daerah operasi pasar tersebut dan juga fasilitas pendukung yang lebih rapi dan terkoordinasi yaitu seperti jalur angkutan kota yang diperlebar dan lebih rapi. Sehingga setiap masyarakat yang masuk dalam range pasar, dapat terlayani dengan baik khususnya untuk masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari tempat tersebut. Range dari pasar Wonokromo dan DTC adalah Waru, Sepanjang, Jemur Sari, Ngagel,daerah Diponegoro dan Darmo.

Tentang Hydrogel

HYDROGEL

brochures1

Hydrogel saat ini mejadi pilihan baru sebagai hidroponik untuk tanaman, bicara soal hidroponik, tidak bisa lepas dari media tanam., media tanam memegang peranan sangat penting untuk suksesnya bercocok tanam sistem hidroponik. Media tanam untuk hidroponik biasanya menggunakan batu perlit atau vermiculit. Batu perlit merupakan batu dari letusan gunung berapi, bentuknya dibuat bulat-bulat, poros, dan ringan. Namun bila perlit dan vermikulit sukar didapat dan mahal harganya, banyak alternatif lainnya, seperti batu apung, pecahan batu bata atau genteng, pasir, arang kayu, arang sekam, pakis, sabut kelapa, ijuk, spon. Prinsipnya, media tersebut harus memiliki sifat berongga untuk sirkulasi udara, mudah menyerap air, tidak cepat lapuk, akar mudah menempel, dapat menyimpan zat hara, dan tidak mudah menjadi sumber penyakit. Dari hal tersebut banyak penelitian tentang alternatif baru untuk media tanam untuk hidroponik, Pada dasarnya sistem hidroponik adalah upaya memberikan bahan makanan dalam larutan mineral atau nutrisi yang diperlukan tanaman dengan cara disiram atau diteteskan. Pekerjaan menyiram atau mengairi media tanam inilah menjadi persoalan. Sistem pengairan hidroponik bila dilakukan secara manual akan sangat merepotkan, sementara bila dilakukan secara otomatis butuh energi dan bahan yang tidak sedikit; perlu pompa, listrik, selang, pengatur waktu, dsb. Hingga ditemukan solusi yang cukup unik yaitu dengan menggunakan media tanam menggunakan hydrogel. Bahan yang disebut hydrogel ini ditemukan oleh seorang ahli kimia makromolekul keturunan Cekoslowakia, Otto Wichterle di tahun 1961, yang digunakan untuk bahan pembuat lensa kontak, Lensa kontak sendiri konon idenya sudah ada sejak tahun 1000-an. Akan tetapi, ide lensa kontak yang terdokumentasikan itu baru ada di tahun 1508 dari catatan dan gambaran serta sketsa yang dibuat Leonardo da Vinci, Hydrogel dari Otto Wichterle karena memiliki sifat lentur sehingga cocok digunakan sebagai bahan untuk lensa kontak karena bisa menyempurnakan PMMA dalam melalukan oksigen pada mata, tetapi bahan ini kemudian dikembangkan oleh ilmuan jepang sehingga fungsinya dapat sebagai penyerap air yang baik sehingga dapat dipakai untuk pengganti media tanam tanah. Menurut ensiklopedia Wikipedia, hydrogel adalah suatu jaringan rantai-rantai polimer yang mudah menyerap air, hydrogel adalah polimer penyerap super (superabsorbent), ia dapat mengandung air hingga 99%. Hidrogel adalah kristal-kristal pengisap air, mampu menyerap air 600 kali dari bobotnya. Kristal-kristal ini tampak seperti butiran-butiran kecil kwarsa sebelum jenuh dengan air, dan mirip cabikan jeli jernih bila air ditambahkan.Bahan-bahan pembentuk hydrogel biasanya terdiri dari polyvinyl alcohol, natrium polyacrylate, polimer-polimer acrylate lainnya dan ko-polimer dengan kelompok hydrophilic (pengikat air) yang melimpah. Pada awalnya hidrogel digunakan untuk diaper sekali pakai dimana ia dapat “menangkap” urin, untuk handuk-handuk kesehatan, lensa-lensa kontak (hydrogel silikon, polyacrylamides), elektroda-elektroda medis dan juga butiran untuk mempertahankan kandungan air tanah di kawasan tandus Hydrogel atau dikenal juga sebagai polimer penyerap super (super-absorbing polymer) SAP. juga terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, produk hydrogel terbaru dikembangkan oleh seorang insinyur polimer dari Universitas Waseda, Jepang, Prof. Yuichi Mori. SAP jenis baru ini dinamakan ‘Sky Gel’, dan secara meluas telah digunakan untuk taman-taman atap, rehabilitasi hutan, kultur jaringan, hidroponik dan aeroponik. Gambar Hydrogel untuk tanaman hias.

Cash flow Analysis ( analisa perputaran uang ) untuk kapal

Cash flow analysis merupakan perhitungan tentang aliran uang dalam suatu perusahaan. Kondisi cash flow suatu perusahaan dapat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Cash flow dihitung untuk memperkirakan kemungkinan yang belum terjadi. Dalam bisnis pelayaran cash flow berguna untuk menentukan apakah kapal yang beroperasi bisa mendatangkan keuntungan selama umur ekonomis kapal. Cash flow ini juga sangat penting dalam perhitungan semua biaya untuk satu kapal yang terdiri dari bermacam-macam jenisnya. Serta pendapatan yang diterima.

Beberapa metode untuk menghitung cash flow antara lain :

1. The Voyage Cash Flow Analysis

    VCF memberikan informasi cash yang dapat dihasilkan kapal dalam satu voyage atau beberapa voyage tertentu.

    2. The Annual Cash Flow Analysis

      Perhitungan cash flow tahunan

      1. The Required Freight Rate Analysis

        Perhitungan cash flow berdasarkan tarif angkut pelayaran

        2. The Discounted Cash Flow Analysis

          Keuntungan dari metode ini Time value of money diperhitungan. Biasanya NPV (Net Present Value) juga diperhitungkan. NPV sendiri merupakan nilai uang pada saat ini. Ini sangat berhubungan dengan nilai uang yang berlaku pada masa akan datang. Karena besar nilai uang pada saat sekarang akan berbeda dengan nilai uang pada satu, dua ataupun beberapa tahun berikutnya. NPV memperdiksikan besarnya nilai uang pada tiap tahun.

          Komponen-komponen yang dibutuhkan untuk menghitung analisis cash flow antara lain :

          1. Investasi

            Investasi kapal dapat diketahui dari harga kapal yang direncanakan dan yang akan dibangun. Kapal inilah yang akan dioperasikan untuk memenuhi ekspektasi dari perusahaan pelayaran.

            2. Salvage value

              Yang dimaksud salvage value adalah nilai sisa dari suatu barang yang telah habis umur ekonomisnya. Biasanya suatu barang memiliki salvage value nol. Namun untuk kapal, memiliki salvage value tidak sama dengan nol. Karena kapal yang telah habis umur ekonomisnya masih bisa dibesi tuakan sehingga memiliki salvage value.

              3. Umur ekonomis kapal

                Diperlukan untuk menghitung profit selama kapal beroperasi

                3. Depresiasi

                  Depresiasi didapat dengan nilai yang harus dibayar tiap tahun selama kapal beroperasi untuk menutup pengeluaran pada awal operasi dengan mempertimbangkan nilai akhir kapal tersebut, nilai akhir kapal diambil dengan berpatokan kapal tersebut di besi tuakan, dimana nilai akhir kapal adalah berat dari kapal dikalikan dengan harga jual baja per kilogramnya.

                  4. Pengeluaran tahunan

                    Perusahaan pelayaran harus mengeluarkan biaya tahunan yang terdiri atas fixed cost dan variable cost. Selain itu perusahaan juga harus mengeluarkan biaya untuk pengembalian pinjaman kepada bank. Fixed cost terdiri atas biaya ABK, asuransi, reparasi dan perawatan (maintenance), perbekalan (storage), biaya administrasi, bunga dan depresiasi. Sedangkan variable cost terdiri dari biaya bahan bakar, biaya bongkar muat, biaya pelabuhan.

                    5. Revenue

                      Revenue adalah pendapatan suatu perusahaan pelayaran. Agar revenue besar maka kapal harus dijalankan seefesien dan seekonomis mungkin. Revenue dipengaruhi oleh pendapatan sebelum pajak.

                      Perhitungan analisis Cash Flow membutuhkan semua komponen tersebut. Cash flow analysis ini bisa memperkirakan profit yang akan didapat pada masa yang akan datang selama masa ekonomis kapal.

                      Tongkang Alternatif Untuk Berinovasi

                      Tongkang adalah alat angkut yang mempunyai jalur pelayaran menyusuri pantai, karena sistem konstruksi dari tongkang ini tidak sesuai dengan karateristik laut dalam dimana ombak yang besar akan menghambat pergerakan tongkang. Ada saatnya tongkang merupakan alat angkut yang ekonomis, dan ada kalanya alat angkut ini tidak bisa digunakan karena alasan tertentu, economis karena struktur konstruksinya yang sederhana, sehingga dalam pebuatannya tidak memakan waktu yang lama dan biaya pembuatan lebih murah dan juga memiliki daya angkutnya yang banyak, kemudian waktu dalam bongkar muat barang yang cukup cepat, kelemahan dari tongkang ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan cukup lama.

                      Pada jalur pelayaran Jakarta-Pontianak ini merupakan jalur dimana untuk mencapai pontianak harus melewati sungai yang memiliki kedalaman yang tidak cukup dalam dan juga mempunyai karaterstik pasang surut yang rapat, jadi dalam pengiriman barang membutuhkan alat angkut yang sesuai dengan karateristik ini. Sedangkan kebutuhan akan barang yang dibutuhkan cukup besar, jadi alat angkut yang dibutuhkan adalah yang dapat mengangkut dalam jumlah besar tetapi juga dapat melewati sungai yang mempunyai kedalaman yang tidak cukup dalam.

                      Dari beberapa alat angkut barang yang ada, yang cocok dari kareteristik jalur ini adalah jenis tongkang dimana mempunyai sarat air yang kecil dan juga daya angkut yang cukup besar. Tetapi menggunakan jenis ini jalur pelayaran menjadi lebih panjang karena harus menyisir pantai pulau sumatera yang kemudian menyebrang menuju pantai yang kemudian memasuki kawasan sungai menuju Pontianak, yang otomatis waktu yang dibutuhkan lebih lama.

                      Tantangan berikutnya apakah dengan penemuan yang sudah ada bisa menggantikan tongkang agar lebih cepat dalam pengangkutan tanpa menghilangkan daya muat dan karateristik tongkang ini,  Indonesia Berinovasilah…

                      untuk sekarang peran SPCB pengembangan dari tongkang belum banyak dipakai di Indonesia, apa produk ini belum bisa menggantikan tongkang? atau masih terlau mahal untuk pebisnis maritim di Indonesia..Para anak muda Tunjukan ide mu dalam bidangmu,,tetap semangat berinovasi..

                      Peranan Transportasi Terhadap Ekonomi Daerah

                      Peranan Transportasi Terhadap Ekonomi Daerah

                      I. Transportasi dan Pembangunan Perekonomian Daerah

                      a. Transportasi sebagai Kebutuhan Dasar dan Prasyarat Pembangunan Ekonomi

                      Pada awalnya infrastrukur seperti transportasi berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia. Berbagai aktifitas terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar memerlukan ketersediaan infrastruktur yang baik, sekarang transportasi berperan penting dalam mengoakomodasi aktifitas social dan ekonomi masyarakat. Peran lain pada tahap ini adalah sebagai fasilitas bagi system produksi dan investasi sehingga memberikan dampak positif pada kondisi ekonomi baik pada tingkat nasional maupun daerah.

                      Disisi lain, pembangunan sarana dan prasarana transportasi dapat membuka aksesibilitas sehingga meningkatkan produksi masyarakat yang berujung pada peningkatan daya beli masyarakat.

                      Penanggulangan kemiskinan membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang cukup, dengan mengupayakan kombinasi yang optimum antara pertumbuhan ekonomi dengan upah minimum pekerja. Penanggulangan kemiskinan memerlukan penguatan koordinasi dalam pelaksanaan program – programnya yang didesai melalui partisipasi aktif masyarakat serta pembedayaan langsung.

                      2. Transportasi dan Daya Saing

                      Daya saing merupakan salah satu elemen penting dalam penentuan posisi Indonesia dalam kerangka perdagangan global. Dalam bidang ekonomi, upaya peningkatan daya saing dalam jangka pendek dapat dilakukan dengan memacu pemanfaatan kapasitas industri yang menganggur melalui pengurangan hambatan perdagangan dalam dan luar negeri, meningkatkan pembiayaan perdagangan, serta mempromosikan dan mengembangkan produk ekspor dan pariwisata.

                      Dalam jangka menengah akan dilakukan langkah – langkah untuk meningkatkan daya saing, antara lain dengan terus memperkuat institusi pasar serta mengmbangkan industri berkeunggulan kompetitif berlandaskan keunggulan komparatif didukung oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

                      3. Transportasi dan Otonomi Daerah

                      Dampak postif diberlakukan otonomi daerah adalah memberikan keleluasan bagi daerah untuk menentukan alokasi pembiayaan prasarana transportasi yang akan mereka rencanakan dan juga meningkatkan sumber penerimaan bagi pembiayaannya. Namun disisi lain, ekses dari kebijakan otonomi daerah yakni timbulnya ketidakpastian bagi para pelaku usaha dalam halnya tumpang tindihnya peraturan daerah yang dapat menghambat tumbuhnya iklim usaha.

                      Factor-faktor kunci tata pemerintahan yang baik, yakni

                      a) Kemampuan Teknis dan manajerial

                      b) Kapasitas organisasi

                      c) Kapasitas hokum

                      d) Akuntabilitas

                      e) Transportasi dan system informasi yang terbuka.

                      II. Indikator Pelayanan Transportasi

                      Krisis ekonomi menyebabkan berbagai prasarana transportasi yang telah dibangun mengalami kerusakan karena minimnya biaya yang dialokasikan untuk penyediaan dan pemeliharaannya. Prioritas pemerintah pada waktu itu adalah melakukan perbaikan sector financial.

                      Akibat kerusakan infrastruktur, system jaringan jalan nasional, provinsi, dan local yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional, regional dan local, baik di perkotaan maupun di pedesaan.

                      Karakteristik transportasi di Indonesia pada saat ini mengalami kondisi-kondisi sebagai berikut :

                      1. Kualitas pelayanan rendah

                      2. Kuantitas/ Cakupan pelayanan yang terbatas

                      3. Keberkelanjutan pelayanan kurang terjamin

                      4. Kebijakan tarif yang tidak fair dan terbuka

                      5. Kerangka peraturan per-UU-an yang kadang bias dan kurang konsisten.

                      Beberapa factor penyebab kerusakan jalan :

                      a. Lalu lintas kendaraan yang dapat berupa peningkatan beban dan repetisi beban. Makin banyak beban berulang yang terjadi, makn besar tingkat kerusakan jalan. Kerusakan terjadi jika daya dukung perkerasan lebih kecil dari beban lalu lintas

                      b. Air, yang berasal dari hujan dan naiknya air tanah akibat sifat kapilaritas. Makin buruk penanganan system draenase, makin besar peluang air untuk merusak jalan

                      c. Material konstruksi perkerasan, makin banyak kesalahan dalam pemilihan dan perencanaan material konstruksi maka makin mempercepat kerusakan jalan.

                      d. Kondisi tanah dasar yang tidak stabil, kemungkinan disebabkan oleh system pelaksanaan yang kurang baik atau sifat asli tanah dasarnya memang kurang baik.

                      e. Iklim dan cuaca, Indonesia beriklim tropis dimana temperature udara rata-rata 32 C yang memberikan dampak terhadap keamanan aspal yang akhirnya berdampak terhadap jalan keropos serta curah hujan yang tinggi yang akan masuk ke lubang-lubang udara (voids) perkerasan jalan.

                      f. Proses pemadatan perkerasan di atas tanah dasar kurang baik.

                      Disamping transportasi darat, Indonesia adalah Negara Maritime dengan potensi laut nasional yang sangat besar, namun hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Minimnya armada nasional menjadi masalah yang sangat penting. Hal ini menyebabkan kapal-kapal nasional memiliki kemampuan angkut barang (cargo) terbatas.

                      Untuk menjawab masalah tersebut adalah adanya integrasi, dimana berbagai layanan transportasi harus ditata ulang sehingga saling integrasi misalnya truck pengangkut container, kereta api pengangkut barang, pelabuhan peti kemas dan angkutan laut peti kemas lainnya, semuanya harus terintegrasi dan memungkinkan system transfer yang menerus (seamless).

                      System transportasi merupakan perekat bangsa dan Negara. Jaringan jalan dari Sabang sampai Merauke, dari Sangir Talaud hingga Kupang, merupakan perekat NKRI, karenanya pembenahan sector transportasi harus dilakukan secara sistematis dengan tahapan-tahapan yang pasti, termasuk didalamnya pemberdayaan angkutan dalam negeri baik di darat, laut dan udara. Angkutan laut ke pulau-pulau terpencil dan daerah-daerah terisolir akan merupakan layanan yang sangat esensial bagi daerah tersebut, khususnya dalam membuka akses dan mengembangkan ekonomi local.

                      III. Pengembangan Infrastruktur Transportasi, Kebijakan, Pembiayaan, Kerangka Peraturan dan Kelembagaan

                      1. Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Transportasi

                      Arah kebijakan umum sector transportasi adalah untuk menuju pelayanan jasa transportasi yang efektif dan efisien pada suatu wilayah, dan mewujudkan pelayanan secara intermoda. Upaya tersebut antara lain :

                      a. Tersedianya pelayanan jasa transportasi yang berkualitas

                      b. Mendorong keikutsertaan investasi swasta dan memperjelas hak dan kewajiban masing-masing pihak yang terkait

                      c. Optimalisasi penggunaan dana pemerintah baik untuk operasional, pemeliharaan, rehabilitasi maupun investasi melalui penyusunan prioritas program yang diwujudkan dalam kegiatan.

                      d. Melakukan restrukturisasi kelembagaan penyelengaraan transportasi di tingkat pusat dan daerah

                      e. Meningkatkan keselamatan operasional baik sarana dan prasarana transportasi

                      f. Meningkatnya aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan jasa transportasi

                      2. Karakteristik Pembiayaan Infrastruktur Transportasi

                      Pembiayaan proyek transportasi pada dasarnya mengandung sejumlah resiko investasi. Hal ini dikarenakan karakteristik proyek itu sendiri yang antara lain bersifat ;

                      a. Capital-intensive dengan jangka waktu pengembalian yang panjang antara 10 hingga 30 tahun

                      b. Diperlukan investasi terus menerus pada asset tetap untuk menjaga kinerja pelayanannya

                      c. Proyek infrastruktur transportasi merupakan proyek yang sangat high leverage di dalam intensitas permodalannya.

                      d. Pembangunan infrastruktur transportasi memerlukan investasi yang teramat besar di awal investasi (high front-end capital outlays)

                      e. Arus penerimaan dari pelayanan proyek transportasi pada umumnya hanya dapat menyediakan modal awal bagi pengembangan saja.

                      Supply Chain Management (SCM)

                      Supply Chain Management (SCM)

                      SCM adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total perusahaan dalam rantai suplai melalui optimalisasi waktu, lokasi dan aliran kuantitas bahan. Manufakturing, dalam penerapan supply chain management (SCM), perusahaan-perusahaan diharuskan mampu memenuhi kepuasan pelanggan, mengembangkan produk tepat waktu, mengeluarkan biaya yang rendah dalam bidang persediaan dan penyerahan produk, mengelola industri secara cermat dan fleksibel. Sekarang ini konsumen semakin kritis, mereka menuntut penyediaan produk secara tepat tempat, tepat waktu. Sehingga menyebabkan perusahaan manufaktur yang antisipatif akan hal ini akan mendapatkan pelanggan sedangkan yang tidak antisipatif akan kehilangan pelanggan. Supply chain management menjadi satu solusi terbaik untuk memperbaiki tingkat produktivitas antara perusahaan-perusahaan yang berbeda

                      Dalam hal ini penerapan supply chain management di masa seperti ini cocok di terapkan, karena system ini memiliki kelebihan dimana mampu me-manage aliran barang atau produk dalam suatu rantai supply. Dalam hal ini, model SCM mengaplikasikan bagaimana suatu jaringan kegiatan produksi dan distribusi dari suatu perusahaan dapat bekerja bersama-sama untuk memenuhi tuntutan konsumen. Tujuan utama dari SCM adalah pernyerahan atau pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan konsumen, mengurangi biaya, meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain (bukan hanya satu perusahaan), mengurangi waktu, memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi.

                      Penerapan SCM di Indonesia

                      Supply Chain Management mengutamakan arus barang antar perusahaan, mulai dari awal kegiatan sampai produk akhir. Sedangkan orientasinya atas dasar kerja sama dan mengusahakan hubungan serta koordinasi antar proses dari perusahaan mitra guna menunjang kegiatan proses sampai ketangan konsumen, dan yang paling penting dari kerjasama ini adalah adanya rasa percaya diantara perusahaan mitra, hal inilah yang mungkin belum terjalin di Indonesia. Prinsip utama yang harus dipegang dalam sinkronisasi aktivitas-aktivitas sebuah supply chain adalah untuk menciptakan resultan yang lebih besar, bukan hanya bagi tiap anggota rantai, tetapi bagi keseluruhan sistem. Kesuksesan implementasi prinsip ini biasanya membutuhkan perubahanperubahan pada tingkatan strategis maupun taktis. Sebaliknya, kegagalan biasanya ditandai oleh ketidakmampuan manajemen mendefinisikan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menggiring komponen-komponen supply chain yang komplek ke arah yang sama.

                      Penggunaan SCM bagi perusahaan-perusahaan beberapa bidang di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, saat ini masih sangat terbatas. Dimana hubungan antara setiap sub sistem yang terlibat pada umumnya masih tersekat-sekat, sehingga sulit untuk bersaing di pasar bebas. Hal tersebut dapat dilihat dari terpisahnya operasional antara sub sistem hulu sampai dengan sub sistem hilir yang disebabkan oleh sub sistem banyak diperankan oleh pengusaha dalam skala produksi kecil, dan tidak memiliki posisi tawar yang kuat. Di Indonesia bisa diterapkan secara maksimal dengan memperbaiki beberpapa kekurangan yang menghambat system ini, dalam hal ini solusi yang dapat dilakukan yaitu harus mentransformasikan struktur yang tersekat dan terpisah tersebut kepada struktur integrasi yang vertikal. Hal tersebut dimaksudkan untuk memadukan sub sistem hulu sampai dengan hilir dalam satu keputusan manajemen. Pembangunan sistem yang terintegrasi dalam industri peternakan merupakan upaya untuk meningkatkan dayasaing. Upaya tersebut dikembangkan dengan bentuk-bentuk yang mampu mengakomodasi pelaku-pelaku industri dari setiap sub sistem yang ada.

                      Beberapa langkah yang bisa diambil dan menjadi perhatian bagi stakeholder yang terkait untuk perbaikan system sehingga SCM ini dapat berkembang secara baik di Indonesia antara lain; pertama, Penekanan pada upaya pembangunan dan pemeliharaan dalam rantai, yaitu pembentukan hubungan antar rantai agar lebih spesifik, misalnya pada volume, mutu, distribusi, tergantung kekurangan pada bidang usaha sehingga terbentuk pola yang terpadu dan saling terkait; kedua. Pengontrolan terhadap persediaan pasokan harus dilakukan sehingga effisien dalam biaya, misalnya dalam hal ini jumlah pasokan disesuaikan dengan jumlah produk yang dapat dijual yang menghasilkan kestabilan persediaan bahan baku dan tidak terjadi penumpukan stok yang berakibat pada peningkatan biaya penyimpanan; ketiga. Dalam penentuan lokasi dan transportasi dalam rantai jaringan dibuat dengan perhitungan dan memeperhatikan dampak terhadap biaya persediaan, dalam hal ini akan berpengaruh pada tingkat kepekaan konsumen, oleh karena itu evaluasi terhadap hal ini sangat perlu dilakukan; keempat. Pembentukan system informasi antara yang bertugas dalam pengumumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan penyebarluasan informasi kepada setiap stakeholder yangilandasi dengan kepercayaan diantaranya, dengan ini akan mendukung kinerja dan produktivitas dari masing masing anggota rantai.

                      Dalam penerapan SCM ini perlu juga diperhatikan hal hal yang di perlu di hindari yang akan menghambat system ini, hal hal tersebut antara lain;

                      1. Pengukuran kinerja yang tidak didefinisikan dengan baik.
                      2. Customer service tidak didefinisikan dengan jelas, dan tidak ada ukuran keterlambatan respon dalam pelayanan.
                      3. Status data pengiriman yang terlambat dan tidak akurat
                      4. Sistem informasi tidak efisien.
                      5. Dampak ketidakpastian diabaikan.
                      6. Kebijakan infentori terlalu sederhana.
                      7. Diskriminasi terhadap internal customer
                      8. Koordinasi antar aktivitas suplai, produksi,dan pengiriman tidak bagus.
                      9. Analisis metode metode pengiriman tidak lengkap.
                      10. Definisi ongkos ongkos persediaan tidak tepat.
                      11. Adanya kendala komunikasi antar organisasi.

                      Saat ini di Indonesia memang penerepan SCM ini belum bisa dikembangkan karena mungkin terjadi kendala seperti yang disebutkan di atas, tapi dengan mengidentifikasi system yang menjadi kendala dan memperbaiki system tersebut dan menaati semua aturan dari Supply Chain Management diyakini perkembangan industri di Indonesia akan semakin maju karena system ini sudah teruji di beberapa Negara maju dalam sector industrinya.Inti dari system ini adalah koordinasi antar rantai dan juga pemikiran untuk meamksimalkan kinerja untuk kepuasan antar rantai, dan juga kepercayaan didalam rantai tersebut.

                      Tentang Tempe Yang diPetenkan Pihak Luar

                      Pematenan Tempe Oleh Pihak Luar Negeri

                      Pengertian paten menurut WIPO adalah sebuah hak khusus yang diberikan bagi sebuah penemuan yang mana adalah sebuah produk atau proses yang memberikan cara baru dalam melakukan sesuatu atau menawarkan solusi baru terhadap suatu masalah. Menuru jenisnya paten ini sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain, Paten Produk, paten jenis ini melindungi semua cara penggunaan produk, terlepas dari cara diperolehnya, kemudian jenis paten proes, paten ini melindungi proses dari penemuanya,peten ini dipilih jika produk yang dihasilkannya tidak lagi baru, kemudian ada jenis paten product by proses, perlindungan dibatasi dalam tahap tahap produksi suatu produk, produk sudah ada namun produknya baru. Maka di klaim produk yang lahir dari proses yang baru, klaim seperti ini tidak signifikan jika undang undang yang ada sudah melarang penyalahgunaan produk yang sudah dipatenkan, akan bergunajika produk tersebut belum ada unformasi yang cukuop akan eerensinya mengenai komposisi, struktur, atau parameter terukur lainnya.

                      Dari artikel yang saya lampirkan membahas tentang berita tentang pematenan tempe, ada yang menerangkan bhwa produk tempe sudah dipatenkan dibeberapa negara seperti Jepang dan Amerika, kalau sekilas kita baca dengan pemikiran awan, hal ini membuat marah hati kita sebagai bangsa idonesia yang sudah turun temurun megenal tempe dan merupakan cirikhas yang sejak dulu telah ada. Pada tahun 2007, Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah Departemen Perindustrian RI mendokumentasikan ada dua hak patent internasional rakyat Indonesia soal TEMPE yang merupakan produk bersama masyarakat, khususnya masyarakat intellectual. Hingga tahun 2007 hanya dua paten tempe dari Indonesia yang diakui secara internasional dan lima belas dari Amerika dan lima dipatenkan oleh Jepang. Dilain pihak Indonesia memiliki banyak kedelai dan juga produksi tempe rakyat.

                      Jika kita melihat hal tersebut dengan pandangan secara umum, kita menilai luar negeri yang mematenkan tempe ini telah mencuri produk masyarakat Indonesia dan menjadikannya sebagai hak milik yang diakui oleh inetnasional, namun jika diperhatikan secara seksama menrut ketentuan paten itu sendiri, pematenan tempe ini sah saja, jika terbukti terdapat perbedaan proses

                      Follow

                      Get every new post delivered to your Inbox.