Cash flow analysis merupakan perhitungan tentang aliran uang dalam suatu perusahaan. Kondisi cash flow suatu perusahaan dapat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Cash flow dihitung untuk memperkirakan kemungkinan yang belum terjadi. Dalam bisnis pelayaran cash flow berguna untuk menentukan apakah kapal yang beroperasi bisa mendatangkan keuntungan selama umur ekonomis kapal. Cash flow ini juga sangat penting dalam perhitungan semua biaya untuk satu kapal yang terdiri dari bermacam-macam jenisnya. Serta pendapatan yang diterima.
Beberapa metode untuk menghitung cash flow antara lain :
1. The Voyage Cash Flow Analysis
VCF memberikan informasi cash yang dapat dihasilkan kapal dalam satu voyage atau beberapa voyage tertentu.
2. The Annual Cash Flow Analysis
Perhitungan cash flow tahunan
1. The Required Freight Rate Analysis
Perhitungan cash flow berdasarkan tarif angkut pelayaran
2. The Discounted Cash Flow Analysis
Keuntungan dari metode ini Time value of money diperhitungan. Biasanya NPV (Net Present Value) juga diperhitungkan. NPV sendiri merupakan nilai uang pada saat ini. Ini sangat berhubungan dengan nilai uang yang berlaku pada masa akan datang. Karena besar nilai uang pada saat sekarang akan berbeda dengan nilai uang pada satu, dua ataupun beberapa tahun berikutnya. NPV memperdiksikan besarnya nilai uang pada tiap tahun.
Komponen-komponen yang dibutuhkan untuk menghitung analisis cash flow antara lain :
1. Investasi
Investasi kapal dapat diketahui dari harga kapal yang direncanakan dan yang akan dibangun. Kapal inilah yang akan dioperasikan untuk memenuhi ekspektasi dari perusahaan pelayaran.
2. Salvage value
Yang dimaksud salvage value adalah nilai sisa dari suatu barang yang telah habis umur ekonomisnya. Biasanya suatu barang memiliki salvage value nol. Namun untuk kapal, memiliki salvage value tidak sama dengan nol. Karena kapal yang telah habis umur ekonomisnya masih bisa dibesi tuakan sehingga memiliki salvage value.
3. Umur ekonomis kapal
Diperlukan untuk menghitung profit selama kapal beroperasi
3. Depresiasi
Depresiasi didapat dengan nilai yang harus dibayar tiap tahun selama kapal beroperasi untuk menutup pengeluaran pada awal operasi dengan mempertimbangkan nilai akhir kapal tersebut, nilai akhir kapal diambil dengan berpatokan kapal tersebut di besi tuakan, dimana nilai akhir kapal adalah berat dari kapal dikalikan dengan harga jual baja per kilogramnya.
4. Pengeluaran tahunan
Perusahaan pelayaran harus mengeluarkan biaya tahunan yang terdiri atas fixed cost dan variable cost. Selain itu perusahaan juga harus mengeluarkan biaya untuk pengembalian pinjaman kepada bank. Fixed cost terdiri atas biaya ABK, asuransi, reparasi dan perawatan (maintenance), perbekalan (storage), biaya administrasi, bunga dan depresiasi. Sedangkan variable cost terdiri dari biaya bahan bakar, biaya bongkar muat, biaya pelabuhan.
5. Revenue
Revenue adalah pendapatan suatu perusahaan pelayaran. Agar revenue besar maka kapal harus dijalankan seefesien dan seekonomis mungkin. Revenue dipengaruhi oleh pendapatan sebelum pajak.
Perhitungan analisis Cash Flow membutuhkan semua komponen tersebut. Cash flow analysis ini bisa memperkirakan profit yang akan didapat pada masa yang akan datang selama masa ekonomis kapal.
Filed under: Maritim