Rembang Mulai Bangkit

Untuk memenuhi pasokan listrik di wilayah Jawa-Bali, PT PLN melakukan serangkaian terobosan. Salah satunya membangun proyek Pembakit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 5,5 triliun tersebut terletak di Desa Leran dan Trahan, Kecamatan Sloke, Kabupaten Rembang.
Direktur Konstruksi Strategis PT PLN Ir Moch. Agung Nugroho menjelaskan, saat ini tenaga kerja yang diserap baru 2.234 orang. Terdiri atas 63 orang asing dan 2.171 lokal.
”Pada saat PLTU ini beroperasi, diharapkan mampu menyerap tenaga kerja, baik asing maupun lokal sebanyak 3.500 orang,” katanya.
Menurutnya, selain tenaga kerja dari luar, PLTU akan memanfaatkan calon tenaga kerja yang berdomisili di sekitar proyek. Ini dimaksudkan agar masyarakat setempat merasa memiliki proyek senilai Rp 5,5 triliun tersebut.
Hingga saat ini proyek PLTU telah menyerap 400 orang lebih tenaga kerja. Tentu prioritasnya kepada tenaga kerja lokal. Yang menarik dan patut dicontoh perusahaan lain, sebagai bagian dari program corporate social responsibility (CSR), PLN merekrut warga setempat.
Tepatnya, PLN memberikan kesempatan kepada per kepala keluarga yang dibebaskan tanahnya untuk pembangunan proyek, mewakilkan 1 orang sebagai tenaga kerja di PLTU Rembang sesuai bidang keahliannya.
Selain itu, PLN juga memberikan dana bina lingkungan di Desa Leran dan Trahan, Kecamatan Sloke. Bantuan berupa beasiswa bagi pelajar SD, pembangunan rumah ibadah, rehabilitasi rumah ibadah, dan perbaikan Pondok Pesantren Darul Islam.
PLTU Rembang berkapasistas 2 X 315 MW terdiri atas dua unit. Unit pertama ditargetkan selesai pada 21 September 2009. Sedangkan unit kedua diharapkan selesai pada 21 Desember 2009 mendatang. ”Sampai saat ini progress PLTU per 12 Oktober 2008 terealisasi 63,97 persen dari planning yang telah ditetapkan 63,88 persen.”
Project Director PLTU I Jawa Tengah Kabupaten Rembang Soelijanto Hary didampingi Project Secretary Soeriarso Suryo mengatakan, pembangunan PLTU menempati lahan seluas 5 hektare. Nantinya pembangkit ini dikelola oleh PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) yang merupakan anak perusahaan PT PLN.
Proyek ini untuk mengatasi krisis listrik dalam sistem Jawa-Bali dan sistem Jawa Tengah pada khususnya. Sehingga produk pembangkit ini nantinya akan disalurkan melalui transmisi 150 Kilo Volt (KV), melalui Gardu Induk (GI) Rembang dan GI Pati.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa Tengah I di Rembang (2×315 MW) akan memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Bali. Proyek ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW yang diharapkan mulai beroperasi pada Desember 2009. ”PLTU Jawa Tengah I ini akan memasok kebutuhan listrik guna menghindari terjadinya krisis listrik.”
Pembangkit listrik akan menggunakan bahan bakar batubara sebagai bagian program diversifikasi energi, untuk menggantikan bahan bakar minyak.
”Konsumsi batubara proyek PLTU 1 Jawa Tengah ini sebesar 1.900.000 ton batubara per tahun. Penghematan yang bisa diperoleh dari penggunaan batubara sebesar Rp 4 triliun per tahun,” beber Soelijanto Hary.
Pemenuhan kebutuhan pasokan batubara pada proyek-proyek PLTU program EPC juga telah ditandatangani kontrak pembelian batubara dengan beberapa pemasok batubara untuk 8 lokasi PLTU yang telah menandatangani kontrak. Total volume kebutuhan batubara untuk 8 proyek dimaksud sebanyak 15.246.000 ton/tahun. (hid)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: